Masih hangat kasus sate sianida di Yogjakarta yang pelakunya seorang wanita muda. Kasus ini pasti mengundang banyak respon dari para netizen kita yang terkenal fasih menjadi komentator bahkan tak jarang jadi bahan guyonan dan lupa berempati pada korban sate sianida. Para netizen gerak cepat mencari akun facebook, atau apapun yang berkait dengan wanita tersebut, kemudian saling adu komentar, menghakimi, dan lupa bahwa dirinya kadang lebih buruk dari orang tersebut. Di jagat maya tak jarang yang tak saling kenal tapi saling menyakiti, menguliti, dan membully. Kita merasa bangga, puas, apalagi jika komentar kita mendapat like dari netizen lain. Kita tanpa sadar telah mengambil alih wewenang Tuhan dengan menghakimi sesama. Tak cuma di dunia maya, di kehidupan nyata pun banyak lambe turah yang mulutnya lebih pedas dari sambal setan. Di desa atau perkotaan, warung, atau ketika belanja di abang sayur keliling forum ghibah biasa digelar, apalagi jika disuguhi...
Ikatlah ilmu dengan menuliskannya