Langsung ke konten utama

Mencintai itu Tak Butuh Dalil

 Kalau ada pertanyaan "sesuatu yang paling luar biasa ?" jawabnya ya cinta. Ketika dalam diri seseorang penuh rasa cinta kepada apapun/ siapapun , maka tak ada ruang dihatinya  terisi oleh kebencian. ini hanya asumsi penulis ya, boleh setuju, boleh juga tidak.

Kita ada karena cinta. Yah...Tuhan Yang Maha Welas Asih itu menciptakan makhluqNya atas dasar cinta. Jadi, fitrah manusia itu mencintai. Jika pada perjalanan hidupnya kehilangan cinta, maka nafsunya lah yang punya andil besar. Ruang tak terbatas yang bernama hati sangat amat lapang menampung cinta. 

Cinta yang saya bahas disini adalah cinta sejati,  yang tidak mematikan nalar/akal sehat seseorang. Sebab, banyak orang mencintai tapi lupa membawa akal sehatnya, atau sering disebut cinta buta. Cinta buta yang kelak melahirkan kekecewaan bahkan penyesalan.

Bulan maulud ini adalah bulan lahirnya khotamun nabiyyin, sayyidul Mursalin, Nabi Muhammad SAW. Seseorang yang patut kita rindukan, kita cintai dan kita muliakan. Hanya beliaulah yang paling mencintai kita, yang paling memikirkan umatnya.Semua akhlaq mulia ada padanya. Untuk memantaskan diri menjadi umatnya adalah dengan meneladani akhlaq beliau. Ya  welas asihnya, pemaafnya, ya kedermawanannya, ya cerdas, kejujurannya dan akhlaq mulia lain yang lekat dalam sosok Kanjeng Nabi Muhammad. 

Jika untuk mencintai beliau saja ada orang yang mempertanyakan dalil, maka saya mempertanyakan mereka, apakah dalam hatinya masih ada ruang untuk mencintai, atau hanya diisi dengan kedengkian saja. La wong tresno kok ndadak butuh dalil. Memperingati hari lahir Nabi Muhammad saja dipertanyakan, sementara mereka tak perlu  dalil untuk merayakan hari ulang tahunnya. 

Apa yang kalian lakukan saat mencintai seseorang? Pasti mencari tahu tentang orang itu kan? Apa saja yang disukai, nomer hapenya, alamatnya, pasti juga sering menyebut namanya meski cuma didalam hati, dan yang pasti merindukannya. Begitu pula mencintai Kanjeng Nabi, pastinya akan membaca kisah beliau, suka bersholawat dan yang utama meneladani perilaku beliau mulai dari bagaimana beliau dahar, apa makanan yang disukai, dan sebagainya.Dan berharap kelak berkumpul dengan beliau di akhirat. 

Mencintai orang yang juga mencintai kita kita itu sungguh membahagiakan, tak ada yang namanya kekecewaan. Beda kalau kita hanya mencintai saja, tanpa dicintai balik, yang kita peroleh hanya lelah dan kecewa. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkah Bagi Tempat yang Dibacakan Sholawat

Berkah Bagi Tempat yang Dibacakan Sholawat Jika membahas tentang keistimewaan sholawat, maka tak akan ada habisnya.Tanda bahwa kita mencintai Kanjeng Nabi Muhammad adalah dengan sering bersholawat, sebab cinta itu ditandai dengan banyak menyebut/mengingat sesuatu yang kita cinta.   Hanya orang mukmin khusus yang hatinya tergerak untuk bersholawat  kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Jika kita bersholawat ketika nama Kanjeng Nabi disebut, ketika kita duduk atau saat berdiri atau ketika melakukan kebaikan, maka kita termasuk min khowasil mukminin. Duduk dan Berdiri dengan sholawat   Rosulullah bersabda tidaklah berkumpul sekelompok orang , kemudian mereka berpisah tanpa berzikir kepada Allah dan tanpa bersholawat kepada kanjeng Nabi Muhammad melainkan mereka itu berdiri  meninggalkan majlisnya/tempat duduknya aromanya lebih busuk daripada bangkai. Naudzubillahminzalik. Kita duduk di warung, di mal, atau di restoran atau di rumah kita sendiri tanpa berzikir dan tanpa bersholawat, maka aroma

Puasa Sabar dan Iman

Puasa, Sabar, dan Iman Imam Ghozali dalam kitab Ihya mengatakan bahwa puasa itu 1/4 nya iman. Kalau kita tidak puasa itu artinya kita kehilangan 1/4 iman. Puasa itu 1/2 nya sabar dan sabar 1/2 nya iman. Jika ada orang yang sudah nggak sabar plus nggak puasa berarti imannya tinggal 1/4.  Orang yang tidak berpuasa itu bagaimana? Orang yang tidak memikirkan terlebih dahulu apa yang ia sampaikan sehingga berpotensi melukai orang lain, bahasa jawanya waton omong Sabar itu ada 2:   1.Sabar dari       Maksudnya adalah bersabar dari hal - hal yang tidak disukai. Misalnya ketika kita dimaki - maki, kita memilih untuk diam alih- alih membalasnya.  2. Sabar untuk        Maksudnya sabar untuk melakukan hal baik. Misalnya sabar dalam belajar dan bekerja agar kita memperoleh hasil yang maksimal.  Orang yang cerdas bisa membedakan mana sabar dari dan sabar untuk. Misalnya ada orang yang dapat IP 2, terus ngomong" ah nggak apa, saya sabar kok." Ya nggak begitu juga  Kalau kamu d

Bagaimana Membangun Pernikahan yang Sakinah Mawadah dan Rahmah

  Bagaimana Membangun Pernikahan yang Sakinah Mawadah dan Rahmah Membangun pernikahan yang sakinah mawadah wa rohmah adalah impian setiap orang. Namun untuk mewujudkannya tentunya butuh perjuangan keduanya, bukan hanya salah satu pihak saja. Menyatukan dua pribadi yang berbeda sifat, kultur, dan prinsip bukanlah hal mudah, bahkan harus dilakukan secara terus menerus karena kita tidak cuma setahu dua tahun hidup bersama dengan pasangan kita, tapi dalam jangka waktu yang lama hattal akhirat.  Tak ada yang lebih dominan dari keduanya, prinsip saling melengkapi, menghargai sangat penting dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Seorang suami sebagai imam yang harus memiliki sifat mengalah, apalagi wanita punya masa - masa tidak stabil emosinya ( saat menstruasi) dan para suami tentunya sudah paham akan hal ini. Kebijaksanaan suami harus melebihi kebijaksanaan istri, sehingga bisa menjadi pemimpin rumah tangga yang bijaksana. Prinsip saling percaya juga sangat penting dalam menj